Hai semua !
Mungkin ini tulisanku yang pertama mengenai kehidupanku sendiri, jadi kalau isinya tidak begitu sistematis mohon dimaafkan ya.
:) :) :)
Aku udah terlahir sebagai seorang bayi perempuan kristen dengan nama yang cantik yang diberikan sama papa mamaku :)
Namun, kehidupanku selama hidupku selama masa kecilku tidak begitu mencerminkan perilaku seorang kristen yang benar dan sesuai dengan kehendak Tuhan Yesus.
Hingga pada suatu ketika Tuhan membuat ayahku mengambil pendidikan s3 di salah satu universitas di Jawa Barat. Di sinilah ayahku kenal dengan salah satu teman s3-nya yang ternyata adalah seorang hamba Tuhan yang luar biasa. Lewat beliau, ayahku diajak untuk pergi mengikuti ibadah di gerejanya di Bogor. Disinilah menjadi titik pertobatan ayahku. Ayahku lalu menjadi sangat berubah setelah ia dipulihkan. Tuhan emang sanggup mengubahkan orang jika memang Dia yang inginkan. Bahkan orang sekeras ayahku.
Ayahku adalah seorang pria yang sangat keras kepala. Hal ini karena masa lalu ayahku yang begitu menderita dan menyakitkan karena harus menjalani masa sekolah dengan begitu berat padahal ia tinggal bersama kakaknya sendiri. Namun harus menerima perlakuan yang begitu rupa sehingga terbentuklah karakter ayahku yang begitu keras kepala dan selalu merasa benar. Ayahku adalah orang yang tergolong tekun dan pintar, itulah kenapa, walaupun kami semua tinggal di Ambon, namun ayah bisa dengan mudah memperoleh beasiswa penuh untuk studi di Jawa Barat. Karena merasa dirinya begitu pintar, ayahku menjadi seorang yang bisa dikatakan cukup arogan dan sedikit angkuh.
Namun, disinilah hebatnya Tuhan Yesus. Ayahku awalnya diajak mengikuti sebuah kelas Dasar Kekristenan di gereja temannya yang S3 itu. Dia mengikutinya dengan tekun (karena memang dia adalah orang yang suka belajar). Namun suatu ketika, dia merasa pendapat dan perkataan seorang instruktur dalam kelas tersebut tidak sesuai dengan jalan pikirannya. Ia merasa dirinyalah yang paling benar. Bahkan sampai terjadi perdebatan. Namun disinilah ayahku disadarkan Tuhan. Bahkan sepintar apapun seorang manusia, tetap Tuhanlah awal dari segala hikmat di muka bumi. Ayahku pun diubahkan dan bertobat.
Setibanya kami semua disini (aku, ibuku, dan adikku),kami pun juga diajak ayah untuk pergi ke gereja ini. Awalnya aku, ibuku dan adikku benar-benar kaget dengan suasana ibadahnya. Berbeda 180 derajat dengan ibadah yang biasanya aku datangi di Ambon dulu.
bersambung .....